Bapanas menilai stabilitas stok di Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran penting karena pasar tersebut menjadi salah satu pusat distribusi yang memasok kebutuhan Jakarta sekaligus berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif stabil, mudah-mudahan ke depan, harga bisa kita kendalikan dengan baik. Ini karena PIKJ distribusinya tidak hanya Jakarta tapi ke berbagai wilayah. Ini tentu menjadi barometer,” tambah Ketut.
Dengan pasokan yang terjaga, diharapkan harga bawang putih di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia Timur, ikut lebih stabil.
Baca Juga:Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung InternasionalHari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan izin impor dapat dicabut apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. (Saat itu juga) adalah (kesempatan) terakhir anda menjadi importir,” tegas Amran.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, pemerintah menetapkan kuota impor bawang putih konsumsi sekitar 608,11 ribu ton, sedangkan bawang putih olahan mencapai 67,73 ribu ton.
Sementara itu, produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan hanya sekitar 39,65 ribu ton dalam bentuk konde, sehingga pasokan impor masih menjadi penopang utama kebutuhan nasional.
