Sebagai negara koordinator kerja sama ASEAN dengan China di sektor penerbangan, Indonesia turut mengusulkan penguatan kolaborasi teknis dalam pengembangan regulasi Unmanned Aircraft Systems (UAS) atau sistem pesawat tanpa awak.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan beberapa capaian penting, di antaranya penyempurnaan ketentuan dalam Protocol 3 AC-ATA, usulan perluasan liberalisasi layanan kargo melalui empat hub utama di China, serta rencana penyelenggaraan lokakarya mengenai regulasi UAS di China pada semester kedua 2026.
Tak hanya itu, berbagai isu operasional maskapai seperti alokasi slot, hambatan bahasa, proses perizinan, hingga pengembangan fasilitas MRO di Indonesia juga menjadi perhatian dalam pembahasan.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun Terjadi di Kawalu, Pengemudi Fortuner Diduga Masih Remaja Bawah UmurFebrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Sebut Demi Menjaga Integritas Institusi
Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun konektivitas udara ASEAN-China yang lebih terbuka, aman, dan kompetitif. Di sisi lain, kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang investasi baru pada sektor logistik udara, perawatan pesawat, manufaktur dirgantara, serta pengembangan teknologi penerbangan di kawasan.
“Indonesia berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendorong integrasi layanan penerbangan ASEAN dan China guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan industri penerbangan kawasan,” jelas Lukman.
