Bukan Sekadar Sekolah, Institut Alam Rimba Siapkan Generasi Penjaga Lingkungan

Sarasehan Pendidikan Alam, beberapa waktu lalu/Foto: Dok. DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya
Sarasehan Pendidikan Alam, beberapa waktu lalu/Foto: Dok. DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah tantangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan semakin jauhnya generasi muda dari alam, kehadiran Institut Alam Rimba Puncak Suji di Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya menawarkan model pendidikan yang berbeda.

Lembaga ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter melalui pengalaman belajar langsung di alam terbuka.

Bagi Institut Alam Rimba, alam bukan sekadar objek pembelajaran, melainkan ruang kelas sekaligus laboratorium kehidupan.

Baca Juga:Keluhan Percaloan dan Biaya Tambahan Bayangi Pelayanan SIM, Kinerja Satpas Polrestabes Bandung Jadi SorotanDeklarasi Laskar Biru Warnai HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Kota Bandung Gelar Aksi Bersih Sungai Citepus

Setiap aktivitas dirancang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, melatih kepemimpinan, membangun tanggung jawab sosial, hingga memperkuat kemampuan memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Direktur Institut Alam Rimba Puncak Suji, Resta Syada, mengatakan pendidikan berbasis alam lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya ruang belajar yang mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.

“Institut Alam Rimba Puncak Suji hadir sebagai ruang belajar yang mengajak masyarakat kembali mencintai alam, membangun karakter generasi muda, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pendidikan berbasis lingkungan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Resta, proses pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di dalam ruang kelas dengan pendekatan teoritis.

Peserta didik perlu bersentuhan langsung dengan alam agar memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka hidup.

Karena itu, Institut Alam Rimba mengembangkan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Seluruh program dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Gelar Razia, Pelanggar Disanksi Mengaji dan Diberi Nasihat tentang NyawaPKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi Sorotan

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Isu perubahan iklim, degradasi lingkungan, berkurangnya kawasan hijau, hingga persoalan sampah membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan kepedulian sosial.

Komitmen itu juga mengemuka dalam Sarasehan Pendidikan Alam bertajuk “Ngobrol Bareng Wakil Rakyat” beberapa waktu lalu yang menjadi bagian dari Festival Edukasi Alam Desa.

Para narasumber sepakat bahwa pendidikan berbasis alam bukan lagi sekadar alternatif, melainkan kebutuhan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

0 Komentar