Wacana Tarif BisKita K1 K2 Naik Jadi Rp7.000, Pengguna Pertimbangkan Bawa Motor Sendiri hingga Jalan Kaki 

Ilustrasi penumpang saat menggunakan BisKita Trans Pakuan Kota Bogor. Foto: Sekar Andini
Ilustrasi penumpang saat menggunakan BisKita Trans Pakuan Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

Sementara itu, pengguna BisKita Trans Pakuan K2, Risna (28), juga mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tersebut.

Risna yang tinggal di kawasan Bubulak dan sehari-hari menggunakan BisKita K2 rutr Terminal Bubulak – Ciawi untuk menuju tempat kerjanya di wilayah Bogor Timur menilai kenaikan tarif akan cukup terasa terhadap pengeluaran bulanannya.

Meski selisih kenaikan tarif terlihat tidak terlalu besar dalam sekali perjalanan, jika dikalkulasikan dalam satu bulan jumlahnya akan menambah beban biaya transportasi.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga PendanaanKNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi Prioritas

“Kalau naik jadi Rp6.000 atau Rp7.000 lumayan bikin pengeluaran bulanan bengkak. Soalnya kan setiap hari pulang-pergi naik BisKita, jadi kalau dihitung sebulan pasti terasa,” kata Risna.

Ia mengatakan, tarif yang relatif terjangkau serta fasilitas yang diberikan menjadi salah satu pertimbangannya tetap menggunakan BisKita untuk mobilitas harian dibanding membawa kendaraan pribadi.

Menurutnya, perjalanan menggunakan BisKita lebih nyaman karena kondisi bus yang sejuk dan membuatnya tidak perlu lelah mengendarai motor sendiri.

Namun jika tarif benar-benar naik, Risna mengaku perlu menghitung kembali pilihan transportasi hariannya. Ia bahkan mempertimbangkan untuk kembali menggunakan kendaraan pribadi karena biaya bahan bakar dinilai lebih hemat dibanding tarif BisKita.

“Paling nanti harus hitung-hitungan lagi. Kalau naik jadi Rp7.000, kayaknya bakal bawa motor saja karena isi Pertalite Rp15.000 bisa sampai tiga harian, dibanding BisKita yang sehari bisa Rp14.000 untuk pulang-pergi. Memang lebih capek bawa motor sendiri, tapi demi hemat mau tidak mau,” ucapnya.

0 Komentar