JABAR EKSPRES – Sebanyak 264 personel, diterjunkan oleh Polrestabes Bandung untuk mengamankan kegiatan Asia-Afrika Festival tahun 2026.
Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 11 – 12 Juli tersebut, Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin sengaja dilakukan.
“Jumlah personel pengamanan (Asia-Afrika Festival 2206) pada Sabtu sebanyak 186 personel dan Minggu sebanyak 78 personel,” katanya, Sabtu, (11/8).
Baca Juga:Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Masih Dipantau Tim MedisLantik Sekda Baru, Bupati Cecep: Ayo Berlari Bangun Tasikmalaya, Jaga Integritas!
Selama kegiatan berlangsung, Asep mengatakan ratusan personel yang diterjunkan tersebut akan melakukan pengamanan di sejumlah titik.
Salah satu pola pengamanan yang akan dilakukannya, yakni menurut Asep seperti patroli mobile di lokasi sekitar kegiatan. Hal ini dilakukan, Asep menuturkan guna mengantisipasi dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
“Patroli mobile pada lokasi atau daerah lokasi rawan sekitar objek pengamanan. Pengawalan terhadap pergerakan massa aksi dari titik kumpul ke Objek Pengamanan dan rekayasa lalu lintas oleh satuan Lalu Lintas,” pungkasnya.
Sebelumnya, untuk menjaga kelancaran kegiatan Asia-Afrika Festival 2026, Polrestabes Bandung bakal melakukan rekayasa lalu lintas khususnya yang menuju pusat kota.
Oleh karena itu, masyarakat yang hendak berpergian atau menuju pusat kota tersebut, diimbau untuk mencari jalur alternatif agar terhindar dari kepadatan.
“Rencana pengalihan arus atau rekayasa lalin kegiatan Festival Asia Afrika, di Jalan Asia Afrika, dilakukan pengalihan di simpang Tamblong-Asia Afrika,” ucap KBO Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Deden Juandi.
Selain di titik tersebut, peralihan juga dilakukan di arah utara maupun timur. Di titik tersebut, nantinya kata Deden akan dialihkan menuju arah selatan melalui Jalan Lengkong Besar, Jalan Dalem Kaum, Jalan Pungkur, serta sejumlah ruas jalan lainnya.
Baca Juga:Raih 5 Medali, Kontingen O2SN SMP Kabupaten Tasikmalaya Masuk 3 Besar Jawa BaratSekolah Alam Hayati Lahir di Tasikmalaya, Bupati Cecep Resmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji
“Sementara di simpang Tamblong-Naripan, untuk arus lalin dari arah utara dan Timur tidak ada yang masuk ke jalan Naripan. Karena di Simpang Braga-Naripan sudah ditutup dan sudah berdiri tenda-tenda di Jalan Braga Pendek,” ungkapnya.
Sementara untuk mengurai jika terjadinya kepadatan, selain pengalihan arus, petugas juga menurut Deden akan melakukan sejumlah pengaturan mulai dari Contra flow di Jalan Dalem Kaum.
“Jalan Dalem Kaum dibalik arah atau contra flow dari arah timur ke arah barat untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang dibuang ke arah selatan,” imbuhnya.(San).
