Menurut Joga, penguatan ekosistem advanced materials memerlukan sinergi yang terintegrasi mulai dari pengelolaan sumber daya mineral, pengembangan material maju, riset dan inovasi,hingga proses manufaktur yang menghasilkan produk berteknologi tinggi.
Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Advanced Materials (Critical Minerals Downstreaming) antara MIND ID, PT Len Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Kepala II BP BUMN Tedi Bharata, serta Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti.
Baca Juga:Tragis, Remaja 15 Tahun di Sampang Digilir 27 Orang Hingga Alami Trauma Berat Telkomsel 5G Video Competition Dibuka, Berhadiah Xiaomi 15T Pro hingga Galaxy Tab S10 Lite 5G
Melalui kerja sama ini, keempat BUMN sepakat membangun sinergi dalam pengembanganekosistem advanced materials berbasis hilirisasi mineral kritis, mulai dari pemanfaatan potensisumber daya dalam negeri, pengembangan teknologi dan riset, hingga penguatan rantai nilai industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya produk-produk teknologi strategis dalam negeri yang memiliki daya saing global.
Partisipasi PT Len Industri (Persero) dalam forum ini sekaligus menegaskan peran perusahaan sebagai salah satu penggerak pengembangan ekosistem advanced materials nasional.
Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga riset, Len optimistis hilirisasi mineral Indonesia dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi melalui lahirnya inovasi dan produk-produk teknologi strategis yang mendukung kemandirian industri serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
