Tak jarang, ia membuka kotak sarang tanpa mengenakan alat pelindung. Pemandangan itu menjadi hal biasa bagi Aep yang telah terbiasa berinteraksi langsung dengan ribuan lebah setiap hari.
“Sudah biasa, mungkin tersengat beberapa kali sejak dulu jadinya lebih kebal sekarang, lebahnya juga sudah terbiasa dengan kehadiran saya,” kata Aep sambil tertawa.
Bagi Aep, budidaya lebah madu bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah. Usaha yang diwariskan dari sang kakek itu telah menjadi bagian dari ikhtiarnya menjaga warisan alam sekaligus mempertahankan tradisi keluarga yang kini ikut menghidupi masyarakat sekitar.
Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik melanjutkan budidaya lebah madu sehingga keberadaan Kampung Madu Ciburial tetap lestari dan manfaat madu terus dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan madu tetap banyak dikonsumsi manusia, karena manfaatnya sangat banyak terutama untuk kesehatan,” ujar Aep menutup perbincangan. (Mong)
