JABAR EKSPRES – Sidang dugaan kasus korupsi Ijon Proyek di lingkungan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, yang melibatkan Bupati Ade Kuswara Kunang dan ayahnya HM Kunang atau Abah Kunang kembali dilanjutkan, Senin (6/7/2026).
Dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung, lima orang saksi, salah satunya Indra yang merupakan karyawan Abah Kunang dihadirkan langsung di ruang persidangan.
Dalam keterangan yang dijelaskan di ruang persidangan, Indra menyebut bahwa Abah Kunang memiliki perusahaan limbah bernama PT Komala Agung yang terletak di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Baca Juga:Sidang Lanjutan Kasus Ijon Proyek Bekasi, Kuasa Hukum Ade Kuswara Soroti Penyitaan Perhiasan dan Proses OTTKuasa Hukum Tanggapi Dugaan Uang Pinjaman dalam Kasus Ijon Proyek Bekasi, Sebut Bukan Suap atau Gratifikasi
“(Abah Kunang) Itu bos saya, saya kan karyawan di PT Komala (Agung),” katanya saat dimintai keterangannya oleh kuasa hukum terdakwa di ruang persidangan.
Indra yang merupakan karyawan di bidang penjualan, menjelaskan bahwa pemasukan keuangan di perusahaan limbah milik abah Kunang tersebut dapat mencapai hingga Rp90 miliar pertahun.
“Itu per tahun (bisa) mencapai kurang lebih Rp90 M (miliar) Pak,” katanya.
Rata-rata pemasukan yang di peroleh, Indra menyebut didapati dari 116 SPK yang bekerjasama dengan PT Komala Agung dengan rata-rata perbulan dapat mencapai Rp7 miliar sampai Rp9 miliar.
“Kalau pembeli ke pabrik (perusahaan Abah guru) itu yang saya tau mencapai 116 SPK. Untuk Pak Haji Musdari satu bulan itu di Rp4 M lebih. Pak Sumar ada pengangkatan di dua minggu di barang aluminium, drum sama dus, itu di Rp100 jutaan lebih. Yang pengangkatan di dua bulan, tiga bulan itu mencapai Rp400 sampai Rp1 M. (Jadi) Untuk per bulannya yang saya kerjakan, pendapatannya itu mencapai Rp7 M sampai Rp9 M per bulan,” ungkapnya.
Pemasukan tersebut, menurut pengakuan Indra sering dilaporkan langsung kepada Abah Kunang selaku komisaris di PT Komala Agung.
“Setiap hari saya melapor hasil penjualan saya lewat pesan messenger ke Abah langsung. Setahu saya Abah komisaris (PT Komala Agung). (Jadi) Saya lapor tiap hari barang masuk, barang yang masuk ke gudang, barang yang dikirim langsung ke Pak Haji Musdari, laporan uang masuk, transferan, itu ke Abah langsung tiap hari lewat pesan,” Imbuhnya.
