Protes Dugaan PHK Sepihak, Warga Lumpuhkan Akses PT Royal

Protes Dugaan PHK Sepihak, Warga Lumpuhkan Akses PT Royal
Protes Dugaan PHK Sepihak, Warga Lumpuhkan Akses PT Royal
0 Komentar

Jabar Ekspres – Puluhan warga menutup akses keluar-masuk kendaraan PT Royal di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (30/6/2026).

Aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pemberhentian sepihak terhadap sejumlah pekerja lokal yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Warga menuntut manajemen PT Royal memberikan penjelasan terkait status para karyawan tersebut.

Sebagai bentuk tekanan, massa memblokade akses keluar-masuk kendaraan pabrik dan meminta pihak perusahaan segera menemui mereka.

Baca Juga:Liburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 RibuBhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”

Salah seorang pekerja, Aep Suhendar, mengatakan sedikitnya tujuh karyawan diduga diberhentikan tanpa penjelasan yang memadai. Padahal, menurutnya, para pekerja tersebut telah mengabdi selama lebih dari enam tahun.

“Kami sudah mengabdi selama lebih dari enam tahun dan tidak pernah bermasalah. Yang kami minta hanya penjelasan yang jelas mengenai alasan pemberhentian ini,” ujar Aep.

Ia mengungkapkan, sebelum pemberhentian dilakukan, pihak perusahaan sempat meminta kembali data mengenai kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja para karyawan. Namun, setelah itu mereka justru menerima pemberitahuan tidak lagi bekerja.

Menurut Aep, warga bersama para pekerja akan tetap bertahan di depan gerbang perusahaan hingga manajemen PT Royal bersedia menemui massa dan memberikan penjelasan terkait dugaan pemberhentian tersebut.

“Kami akn bertahan di depan gerbang sampai mereka mau menemui dan memberikan kejelasan kepada kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 04 Kampung Cibacang, Poniman, mengatakan warga selama ini mendukung keberadaan perusahaan, termasuk membantu aktivitas bongkar muat barang ketika dibutuhkan.

Menurutnya, sejak awal berdiri, perusahaan juga berkomitmen memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Karena itu, warga meminta komitmen tersebut tetap dijalankan.

Baca Juga:Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Gelar Clay CalmingGOOD RUN 5K, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Ubah Teori Jadi Aksi Nyata Bagi Masyarakat

“Kami hanya berharap perusahaan tetap memegang komitmennya untuk mengutamakan tenaga kerja lokal agar warga sekitar masih memiliki kesempatan mencari nafkah,” kata Poniman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Royal belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun dugaan pemberhentian sejumlah karyawan tersebut. (Wit)

0 Komentar