Musim Kemarau Mulai Melanda Tasikmalaya, Sawah Mengering hingga Warga Antre Air di Masjid

Warga di Kecamatan Bojonggambir antre di Halaman Masjid untuk mendapatkan air bersih.
Warga di Kecamatan Bojonggambir antre di Halaman Masjid untuk mendapatkan air bersih.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kekeringan tak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga mulai memicu krisis air bersih bagi warga di beberapa desa.

Di Kecamatan Sukaraja, ratusan hektare lahan persawahan kini tidak dapat digarap akibat minimnya pasokan air. Sejumlah petani yang terlanjur menanam bibit padi pun harus bertaruh dengan risiko gagal panen karena sawah yang mulai mengering.

Sementara itu, kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. Warga di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat sudah mulainkesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur mereka mengering.

Baca Juga:Liburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 RibuBhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”

Tak jarang, setiap hari puluhan warga terpaksa antre di halaman Masjid Jami Al Ihsan demi mendapatkannair bersih. Masjid tersebut kini tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi salahsatu sumber air bersih di daerah tersebut.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al Ihsan membuka akses air untuk masyarakat dengan syarat pengambilan dihentikan 10 menit sebelum azan agar kebutuhan air untuk berwudu tetap tersedia.

Ketua DKM Masjid Jami Al Ihsan, Uun Suhendar, mengatakan keputusan tersebut diambil karena warga tidak memiliki sumber air lain yang mudah dijangkau.”Ini kebutuhan dasar masyarakat. Yang penting sepuluh menit sebelum azan pengambilan air dihentikan supaya jemaah tetap bisa berwudu,” katanya.

Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, menjelaskan kekeringan yang melanda dua dusun tersebut merupakan kejadian yang hampir selalu berulang setiap musim kemarau. Pemerintah desa telah mengusulkan bantuan distribusi air bersih sekaligus solusi permanen berupa pembangunan sumur bor.

“Kami berharap tidak hanya bantuan tangki air, tetapi juga pembangunan sumur bor agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim kemarau,” ujarnya.

Mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Rapat tersebut melibatkan perangkat daerah, PDAM Tirta Sukapura, Forum Camat, APDESI, serta sejumlah pemangku kepentingan guna menyusun langkah terpadu menghadapi ancaman kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

0 Komentar