Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan hingga Selasa (30/6/2026) pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai daerah yang mengalami krisis air bersih. Namun BPBD meminta pemerintah desa dan kecamatan segera melaporkan apabila ditemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Prediksi musim kemarau tahun ini cukup panjang, bahkan diperkirakan masuk kategori El Nino ekstrem, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Roni.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah jangka pendek maupun jangka panjang dalam menghadapi musim kemarau.
Baca Juga:Liburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 RibuBhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”
Dalam jangka pendek, pemerintah meminta dinas terkait memastikan seluruh mesin pompa yang dimiliki dapat difungsikan untuk membantu kebutuhan air masyarakat maupun sektor pertanian. Sementara untuk jangka panjang, Pemkab terus mengampanyekan Gerakan Tasik Hijau melalui penanaman pohon yang memiliki kemampuan menyimpan cadangan air sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di masa mendatang.
Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak dapat meminimalkan dampak musim kemarau, mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya mulai merasakan ancaman kekeringan meski musim kemarau baru berlangsung sekitar dua bulan. (Hendi)
