Tak hanya menghadirkan musisi papan atas Indonesia, festival ini juga memperkuat identitas internasional melalui berbagai kolaborasi lintas negara. Penampilan Takahiro Miyazaki bersama TRIO B.A.E menjadi perpaduan karakter jazz Jepang dan Indonesia, sementara Andrea Cui dari Singapura serta Julian Chan dari Malaysia tampil bersama KLCBS Project. Sementara itu, grup jazz-hip hop asal Hungaria, Jazzbois, akan menjalani debut pertamanya di Indonesia melalui panggung Gedebage Jazz Festival.
Nuansa budaya Nusantara juga mendapat ruang istimewa lewat kolaborasi Saung Angklung Udjo bersama Barry Likumahuwa and The Rhythm Service. Kolaborasi tersebut memadukan musik tradisional Sunda dengan sentuhan jazz modern sebagai bentuk pelestarian budaya melalui pendekatan yang lebih segar.
Salah satu penampilan yang paling dinanti publik adalah debut Sydney Reunion bersama Indra Lesmana di Indonesia. Proyek yang mempertemukan kembali Indra Lesmana dengan rekan-rekan musisinya dari Australia setelah puluhan tahun itu akan tampil untuk pertama kalinya di hadapan penonton Tanah Air.
Baca Juga:Kuota Langsung Habis! Demam Pickleball Makin Merebak di Bandung, Turnamen Diserbu 144 PesertaGelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
“Saya senang sekali bisa kembali hadir di Gedebage Jazz Festival. Menurut saya, luar biasa karena dalam usia yang baru tiga tahun festival ini sudah berkembang menjadi sebuah international jazz festival. Saya melihat itu terjadi karena semangat yang luar biasa dari Summarecon yang tidak hanya ingin membangun kawasan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk perkembangan seni, budaya, dan komunitas. Saya yakin Gedebage Jazz Festival akan terus berkembang karena fondasi dan infrastrukturnya sudah sangat mendukung,” ujar Indra Lesmana.
Penampilan spesial lainnya datang dari Syaharani yang untuk pertama kalinya akan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra, kelompok orkestra jazz yang didominasi generasi muda.
“Ini pertama kalinya saya tampil di Gedebage International Jazz Festival dan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra. Sebagian besar dari mereka masih kuliah, bahkan ada juga yang masih SMA. Itu membuat saya semakin yakin bahwa lagu-lagu standar jazz bukanlah sesuatu yang kuno atau ditinggalkan, justru bisa terus dipelajari dan digali oleh generasi muda. Saya sangat senang ada Gedebage Jazz Festival yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang. Harapan saya, festival ini bisa semakin besar hingga menjadi kebanggaan Kota Bandung,” ungkap Syaharani.
