Awasi Dana Desa Lebih Ketat, JAM Intel Kejagung Andalkan Program Jaga Desa

Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof Reda Manthovani saat kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Des
Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof Reda Manthovani saat kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa dalam Mendukung Program Prioritas Nasional sekaligus Pengukuhan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang, di GOR Tadjimalela pada Kamis (25/6/2026). (Istimewa Humas Pemda Sumedang)
0 Komentar

KDM juga mendorong agar desa memperoleh manfaat lebih besar dari potensi sumber daya yang ada di wilayahnya, termasuk keterlibatan sebagai pemegang saham dalam pengelolaan hasil tambang.

“Transformasi pembangunan desa akan dimulai dari Jawa Barat sebagai model penguatan desa di Indonesia,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, KDM mengingatkan, agar para kepala desa dapat tetap mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:Proyek Cirahong 2 Tunggu Kepastian Pusat, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Dana untuk Bebaskan LahanKekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air Bersih

“Banyak kepala desa pada masa lalu yang mampu membangun wilayahnya meski dengan keterbatasan pendidikan, tanpa dana desa maupun honorarium seperti saat ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, KDM juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Dengan adanya Jaksa Jaga Desa, pengawasan akan semakin kuat sehingga program-program pemerintah bisa tepat sasaran,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menuturkan, Program Jaga Desa dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

Selain itu, dirinya juga mendukung keberhasilan berbagai program prioritas nasional hingga tingkat akar rumput.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, kejaksaan, pemerintah desa, dan BPD untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tururnya.

Menurut Bupati Sumedang, kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kemajuan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Turun Tangan Percantik Alun-Alun Singaparna, Gaungkan Semangat Indonesia AsriMahasiswa Ditemukan Tewas di Semak-semak Ciseeng, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

“Oleh karena itu, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga membutuhkan pendampingan, pengawasan, dan edukasi,” ungkapnya.

Dony turut mengapresiasi pendekatan preventif yang dilakukan Kejaksaan melalui Program Jaga Desa.

Dia meyakini, langkah tersebut akan membantu desa menjalankan pemerintahan secara lebih transparan dan akuntabel.

Dony menambahkan, komitmen Pemkab Sumedang dalam menyukseskan berbagai program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui gerakan Jaga Dapur.

“Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Selain itu, Dony juga mendukung Program Jaga Indonesia Pintar yang bertujuan memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. (Bas)

0 Komentar