Kerabat Ungkap Detik-detik Taufik Hidayat Menyerahkan Diri, Sebut Tak Pernah Melihat Gelagat Mencurigakan

Kerabat Ungkap Detik-detik Taufik Hidayat Menyerahkan Diri, Sebut Tak Pernah Melihat Gelagat Mencurigakan
Kerabat Ungkap Detik-detik Taufik Hidayat Menyerahkan Diri, Sebut Tak Pernah Melihat Gelagat Mencurigakan. Foto Agni Ilman
0 Komentar

Sore harinya, Opik kembali datang ke rumah tersebut. Saat itu anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat telah bersiaga dan langsung melakukan penjemputan.

“Pas dia datang, Pak Hendi sudah ada di sini. Dia dibawa masuk dulu, ngobrol sebentar, lalu dibawa anggota Polda ke Majalaya,” kata Dadang.

Dadang mengaku ikut mendampingi Opik saat dibawa ke Polsek Majalaya hingga kemudian dipindahkan ke Polda Jawa Barat. Menurutnya, hal itu dilakukan karena sebelumnya Opik meminta dirinya ikut selama proses penyerahan diri berlangsung.

Baca Juga:Miris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBGKelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global

“Perjanjiannya waktu itu dia mau menyerahkan diri, tapi saya harus ikut mendampingi. Jadi saya ikut dari belakang sampai ke Majalaya. Setelah di Polda saya pulang,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadang mengaku terkejut dengan pengakuan korban yang menyebut mengalami penyekapan selama tiga tahun. Ia menilai klaim tersebut perlu didalami penyidik karena pada rentang waktu yang disebutkan, Opik masih bekerja bersamanya.

Menurut Dadang, Opik bekerja di tempat usahanya sejak 2023 hingga akhir 2024. Selama periode tersebut, mereka sempat bekerja bersama di Baleendah sebelum kemudian pindah ke Kecamatan Pacet.

“Kalau sekarang 2026 lalu disebut tiga tahun, berarti hitungannya dari 2023. Sementara 2023 sampai 2024 dia masih kerja bareng saya. Jadi soal itu silakan dipikirkan dan didalami masing-masing,” katanya.

Meski demikian, Dadang menegaskan dirinya tidak mengetahui kehidupan pribadi Opik di luar pekerjaan. Ia hanya memastikan bahwa selama menjadi bawahannya, tidak ada perilaku mencolok yang pernah diperlihatkan.

“Kalau di pekerjaan biasa saja, tidak ada yang janggal. Dia bekerja sesuai tugas yang diberikan. Karakternya juga biasa saja,” ucapnya.

Terkait hubungan Opik dengan korban, Dadang mengaku beberapa kali mendengar cerita langsung dari yang bersangkutan. Berdasarkan pengakuan Opik, korban merupakan pacarnya yang kemudian tinggal bersama dengannya di sebuah rumah kontrakan.

Baca Juga:Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi DaerahWacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera Terwujud

Dadang menuturkan, Opik pernah bercerita bahwa korban sempat bekerja di sebuah perusahaan makanan dan memiliki keterbatasan penglihatan akibat kondisi mata minus yang cukup berat. Karena kondisi tersebut, korban disebut berhenti bekerja dan tinggal bersama Opik.

0 Komentar