Disdik Cimahi Akui Masih Ada SMP yang Menumpang di Lahan SD Akibat Keterbatasan Lahan

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Cimahi, Juli Suprijadi saat diwawancarai Jabar Ekspres soal Revitalisasi Sekolah
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Cimahi, Juli Suprijadi saat diwawancarai Jabar Ekspres soal Revitalisasi Sekolah di Kantornya (Mong)
0 Komentar

Ia menegaskan, penggunaan lahan SD tersebut bukan berarti menggabungkan dua sekolah, melainkan optimalisasi aset pendidikan yang tersedia.

“Jadi istilahnya bukan merger tapi kita alih fungsikan beberapa lahan untuk SD untuk SMP,” katanya.

Menurut Juli, terdapat lima SMP negeri yang hingga saat ini masih menempel atau menggunakan area sekolah dasar, yakni SMP Negeri 12, SMP Negeri 13, SMP Negeri 14, SMP Negeri 15, dan SMP Negeri 16.

Baca Juga:Kekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air BersihPolres Tasikmalaya Turun Tangan Percantik Alun-Alun Singaparna, Gaungkan Semangat Indonesia Asri

“Jadi masih nempel, lima sekolah itu masih nempel di SD, mulai 12, 13, 14, 15, 16 SMP-nya, itu nempel di SD,” ujar Juli.

Kelima sekolah tersebut berada di sejumlah wilayah, yakni SMP Negeri 16 di Cigugur, SMP Negeri 12 di Pasirkaliki, SMP Negeri 13 di Citeureup, SMP Negeri 14 di Padasuka, serta SMP Negeri 15 di Cibeber.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Cimahi terus mendorong pembangunan ruang kelas baru (RKB), salah satunya di SMP Negeri 14 Padasuka.

Juli mengatakan pembangunan RKB tersebut masuk dalam target tahun anggaran 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

“Insyaallah langsung Desember 2026, karena secara hitungan pembangunan itu 6 bulan, berarti sekitar Bulan Juli sampai Desember kan 6 bulan hitungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan tahap awal tersebut berupa gedung dua lantai. Namun, kebutuhan sekolah masih belum sepenuhnya terpenuhi karena rencana pembangunan masih membutuhkan tambahan gedung dan lantai.

“Nah, itu insyaallah dua lantai untuk SMPN 14 di Padasuka. Itu pun belum tuntas, karena targetnya adalah tiga lantai, tiga lokasi,” jelasnya.

Baca Juga:Mahasiswa Ditemukan Tewas di Semak-semak Ciseeng, Polisi Masih Selidiki Penyebab KematianTasikmalaya Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Overlanding 2026, Usung Misi Sosial dan Lingkungan

Menurut Juli, pembangunan yang berjalan saat ini baru mencakup sebagian kebutuhan sekolah.

“Ini kan hanya baru satu, kalau ini mah gedung kalau seperti kita ABC gitu, itu baru gedung B saja lah hitungan. Gedung B itu tiga lantai, itu pun baru terbangun dua lantai,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui program revitalisasi maupun pembangunan sekolah baru.

“Nah, dua lantai, satu lantai lagi dan tiga, dua gedung yang lain, diharapkan mungkin ada kontribusi dari pusat lah. Istilahnya nanti dalam revital, kita mengusulkan untuk Unit Gedung Baru (UGB) atau Usulan Sekolah Baru (USB),” sambungnya.

0 Komentar