Alun-alun Singaparna Mulai Lengang, PKL: Relokasi Jangan Tebang Pilih!

Alun-alun Singaparna Mulai Lengang, PKL: Relokasi Jangan Tebang Pilih!
Nampak suasana Alun-Alun Singaparna mulai lengang setelah gencarnya sosialisasi tentang rencana relokasi. Foto: Hendi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026). Jika beberapa pekan lalu area ruang terbuka hijau itu dipenuhi lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), kini suasananya mulai tampak lengang.

Berkurangnya jumlah PKL yang berjualan di sekitar alun-alun disebut sebagai dampak dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya terkait rencana penataan kawasan dan relokasi pedagang ke lokasi baru.

Sejumlah pedagang diketahui mulai berpindah sementara ke kawasan Terminal Singaparna maupun ke lokasi lain. Namun, sebagian lainnya masih memilih bertahan sambil menunggu kepastian pembangunan tempat relokasi yang dijanjikan pemerintah.

Baca Juga:15 Gerobak PKL Menginap di Trotoar Jalan Dewi Sartika Disita Satpol PP Kota Bogor, Siap-siap Kena Denda!Pembongkaran PKL Jalan Singaperbangsa Dimulai, Pedagang Keluhkan Belum Ada Kepastian Relokasi dan Kompensasi

Salah satunya Adi, pedagang takoyaki yang sudah berjualan di kawasan Alun-alun Singaparna sejak tahun 2023, tak lama setelah alun-alun direvitalisasi menjadi ruang terbuka hijau.

Menurutnya, bertahan sementara di lokasi saat ini merupakan pilihan yang paling realistis. Ia khawatir jika langsung pindah ke area calon pusat PKL, proses pembangunan masih membutuhkan waktu sementara jumlah pengunjung di lokasi tersebut belum ramai.

“Kalau sekarang langsung pindah, takutnya pembangunan masih lama dan pembelinya juga belum ada. Jadi sementara saya masih bertahan di sini sambil menunggu kepastian,” ujarnya.

Meski demikian, Adi mengaku mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang berencana menata kawasan Alun-alun Singaparna agar kembali sesuai fungsinya sebagai ruang publik dan ruang terbuka hijau.

Namun ia berharap penataan dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.

“Saya setuju ditata, asalkan semua pedagang diperlakukan sama. Jangan hanya sebagian yang ditertibkan, tapi semuanya,” katanya.

Selain itu, ia berharap lokasi baru yang disiapkan pemerintah nantinya benar-benar strategis dan mudah dijangkau masyarakat.

Baca Juga:PKL Berulang Kali Ditindak tapi Kembali Serobot Trotoar, Kinerja Satpol PP Cimahi DisorotTerminal Singaparna Segera Ditata, Aspal Baru hingga Pujasera Disiapkan untuk PKL

“Jangan sampai kita dipindahkan tapi tempatnya sepi pembeli karena masyarakat tidak mau datang. Kalau begitu kan percuma kita berdagang,” tambahnya.

Adi mengaku telah menerima informasi terkait rencana relokasi melalui sosialisasi yang dilakukan petugas, termasuk dari Satpol PP yang turun langsung menemui para pedagang pada akhir pekan lalu.

“Ada dari Satpol PP yang memberi tahu bahwa nanti akan ada penertiban. Kami siap saja selama ada tempat baru untuk berjualan,” ujarnya.

0 Komentar