JABAR EKSPRES – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pasokan batu bara ke PT PLN (Persero) aman. Itu disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara tertulis di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, pemadaman listrik bergilir terjadi bukan karena pasokan batu bara terganggu, melainkan lantaran aspek teknis operasional serta distribusi yang merupakan tanggung jawab PLN.
“Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman,” ujarnya, dikutip Senin (22/6/2026).
Baca Juga:Harga BBM Subsidi Bertahan Bantu Jaga Daya Beli Masyarakat, Benarkah?Tersenggol Saat Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Gunung Putri Bogor
Ia juga menegaskan bahwa, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) telah mengantisipasi kebutuhan bahakn bakar pembangkit listrik PLN melalui penugasan kepada perusahaan batu bara nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa setiap tahunnya, PLN membutuhkan pasokan batu bara hingga 154 ton untuk kebutuhan listrik skala nasional.
Kemudian guna menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara nasional untuk memasok sebesar 180=190 juta ton.
Itu lebih banyak dari kebutuhan batu bara secara nasional. Untuk itu, secara teknis, kata Bahlil, itu bukan lagi tugas Dirjen Minerba. “Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN.”
Adapun terkait pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini, menurut Bahlil, terjadi lantaran berkaitan dengan teknis operasional dan distribusi yang menjadi tanggungjawab PLN.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan PT PLN yang diakses melalui Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa, piutang dari pemerintah mengalami lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Pada Januari 2024, piutang dari pemerintah tercatat Rp22,447 triliun meningkat menjadi Rp43,291 triliun pada periode 31 Desember 2024. Kemudian kembali melonjak signifikan menjadi Rp110,738 triliun per 31 Desember 2025.
Baca Juga:Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Bersihkan Masjid Agung Mangunreja dan Serahkan BantuanTerminal Singaparna Segera Ditata, Aspal Baru hingga Pujasera Disiapkan untuk PKL
Masyarakat menduga hal ini menjadi faktor yang menyebabkan operasional PLN terganggu, sehingga terjadi pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Indonesia.
“Listrik gw 900 w tiap bulan bayar 175s/d 190rb di x jutaan konsumen pln masih juga tekor? Sungguh aneh,” ujar seorang warganet di X merespons laporan keuangan PT PLN.
“Pemerintah engga bayar subsidi ke PLN sudah brp lama? Kantor Pemerintah dan ruang pejabat juga jor2 kemewahan dan pemakaian listrik. Mumet mau bayar tagihan dari PLN,” ujar warganet lainnya.
