Sebagai informasi, Lapak Asik merupakan platform layanan digital milik BPJS Ketenagakerjaan yang memungkinkan peserta mengajukan klaim manfaat tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Melalui layanan ini, peserta dapat mengajukan klaim program seperti Jaminan Hari Tua (JHT) maupun Jaminan Kematian (JKM) secara lebih praktis melalui sistem digital.
Manfaat yang diterima berupa dana tunai yang berasal dari akumulasi iuran peserta beserta hasil pengembangannya, yang dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui pembaruan layanan ini, diharapkan semakin banyak peserta memanfaatkan kanal digital untuk layanan mandiri (self-service), sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh pekerja di seluruh Indonesia.
Pembaruan ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Berbagai inovasi digital tersebut diharapkan dapat memperluas kemudahan akses layanan sekaligus memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Baca Juga:Binda Jabar Pasang Alarm Dini untuk Jaga Investasi dan Proyek Strategis di JabarPergunu Jabar Kritik Program Sekolah Maung
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Bojongsoang, Rizal Dariakusumah, menyampaikan bahwa pembaruan layanan antrean online ini sangat membantu peserta, khususnya pekerja di wilayah industri dan perkebunan yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor cabang.
“Melalui fitur antrean online Lapak Asik, peserta kini tidak perlu lagi menunggu lama di kantor. Mereka cukup mendaftar dari rumah, datang sesuai jadwal, dan proses layanan menjadi lebih cepat serta nyaman. Ini sangat membantu pekerja agar tetap produktif tanpa harus kehilangan banyak waktu kerja,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong peserta di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya untuk memanfaatkan layanan digital BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang lebih modern dan efisien. “Kami juga aktif melakukan sosialisasi kepada perusahaan dan pekerja mandiri agar semakin terbiasa menggunakan layanan digital. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengakses hak jaminan sosialnya secara cepat, transparan, dan aman,” tutup Rizal. (bbs)
