Aipda One Sosok Pelita di Jalur Maut Stasiun Banjar, Berupaya Jaga Nyawa Warga di Atas Jalur Besi

Aipda One ditemani (berseragam Polisi) bersama petugas dari Stasiun KAI Banjar menasehati bocah yang bermain d
Aipda One ditemani (berseragam Polisi) bersama petugas dari Stasiun KAI Banjar menasehati bocah yang bermain di jalur kereta api di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Jalan Pulang yang Aman

Bagi Aipda One, berjalan di atas rel di bawah sengatan matahari bukanlah sekadar rutinitas dinas. Ini adalah sebuah janji suci pengabdian.

Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, tersimpan ketakutan terdalam seorang manusia, ia tak ingin melihat ada ibu yang menangis kehilangan anak, atau seorang istri yang mendapati suaminya tak pernah kembali ke rumah hanya karena kelengahan satu detik di atas rel.

Panas yang membakar kulit dan debu yang menyesakkan dada ia telan dengan sebuah senyuman. Sebab baginya, menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) bukan melulu soal menangkap penjahat, tapi tentang bagaimana memastikan setiap warga bisa pulang ke rumah menemui keluarga mereka dalam keadaan utuh dan selamat.

Baca Juga:BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-SeptemberKapolda Jabar Cup 2026 : Sempat Tertinggal, Tim Voli Polres Tasikmalaya Menang Telak 3-0 di Laga Perdana

Sore itu, saat sebuah kereta fajar melintas dengan sirene menderu keras menjerat udara, Aipda One berdiri tegap beberapa meter di ujung rel. Ia berdiri di sana layaknya mercusuar di tepi pantai yang berombak ganas.

Ia bukan sekadar mengawasi besi tua yang bergerak cepat, melainkan menjadi pengingat hidup bagi semua orang, bahwa hidup ini terlalu berharga untuk dipertaruhkan di atas rel yang tak kenal ampun. Di tengah kesibukan dan ego Kota Banjar, Bang One adalah pelita sunyi yang memastikan jalan pulang warganya selalu aman. (CEP)

0 Komentar