Semarak Obor Tahun Baru Islam Tetap Menyala di Perkampungan Tasikmalaya

Pawai obor
Pawai Obor 1 Muharam di Tasikmalaya/Hendi/Jabar Ekspres
0 Komentar

Bagi warga yang tinggal dekat lokasi kegiatan, perjalanan mungkin terasa ringan. Namun bagi mereka yang berasal dari kampung-kampung yang lebih jauh, perjalanan menuju Lapangan Malaganti membutuhkan usaha lebih.

Mereka berjalan kaki menempuh jalanan kampung yang menanjak dan berkelok. Sebagian harus bercucuran keringat sambil menggenggam obor yang terus menyala diterpa angin malam. Aroma bahan bakar dari obor yang sesekali menetes bercampur dengan udara pedesaan yang sejuk. Meski demikian, tak terlihat keluhan di wajah mereka. Yang tampak justru kegembiraan dan harapan.

Sebab di balik nyala obor yang mereka bawa, tersimpan doa-doa yang sederhana namun sangat berarti. Doa agar tahun yang baru membawa keberkahan. Doa agar keluarga diberikan kesehatan dan keselamatan. Doa agar para petani terhindar dari ancaman kekeringan jika prediksi El Nino ekstrem benar-benar terjadi. Doa agar tanaman padi yang mereka tanam dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang baik.

Baca Juga:Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL IndonesiaAtlet Kabupaten Tasikmalaya Berisiap Sambut Porprov Jabar 2026, Sepak Bola Kembali Setelah 30 Tahun

Lebih dari itu, mereka juga memanjatkan harapan bagi bangsa dan negeri. Agar Indonesia dijauhkan dari berbagai musibah serta diberikan kedamaian dan kesejahteraan.

Di tengah gemerlap perayaan modern yang sering kali identik dengan hiburan dan kemewahan, masyarakat Linggaraja menunjukkan cara lain dalam menyambut tahun baru. Dengan obor bambu, jalan kaki, shalawat, dan doa-doa yang tulus.

Tradisi sederhana yang mungkin mulai langka di banyak tempat, namun masih tetap hidup dan menyala terang di perkampungan Tasikmalaya. (Hendi)

0 Komentar