Melihat tingginya antusiasme peserta, turnamen ini berpeluang menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Bogor. Meski demikian, panitia akan terlebih dahulu melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan di masa mendatang.
“Alhamdulillah, animo peserta cukup tinggi. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini dapat kembali diselenggarakan,” katanya.
Arif juga menegaskan bahwa partisipasi dalam turnamen tersebut tidak bersifat wajib. Setiap instansi diberikan keleluasaan untuk mengirimkan peserta sesuai dengan kesiapan dan ketersediaan atlet di masing-masing unit kerja.
Baca Juga:Bupati Ajak Warga Ikut Mengawasi, Proyek Jalan Ciwatin-Kalapagenep Senilai Rp34,6 Miliar Mulai DikerjakanDi Tengah Pupuk Langka dan Ancaman El Nino Ekstrem, Petani Tasikmalaya Bertaruh pada Harapan
“Tidak diwajibkan. Ada beberapa instansi yang memang tidak memiliki pemain, sehingga tidak mengirimkan peserta,” tandasnya.
