Job Fair Belum Efektif Tekan Pengangguran, Pemkot Bandung Diminta Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Job Fair Belum Efektif Tekan Pengangguran, Pemkot Bandung Diminta Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Foto ilustrasi para pencari kerja di Kota Bandung. (Dimas/JE)
0 Komentar

Salah satu langkah yang dinilai perlu diperkuat adalah mendorong investasi sektor padat karya, ekonomi kreatif, industri digital, serta UMKM yang memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain itu, Pemkot Bandung juga diminta lebih agresif menarik investasi baru ke kota. Menurut Achmad, hadirnya investor akan membuka peluang kerja yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan program job fair yang sifatnya insidental.

“Kalau ingin menurunkan pengangguran secara signifikan, maka yang harus diperbanyak adalah perusahaannya, investasinya, dan aktivitas ekonominya. Jangan hanya fokus pada kegiatan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang jumlahnya itu-itu saja,” ujarnya.

Baca Juga:Pengangguran Jabar Masih 1,79 Juta, TPT Turun Tipis tapi Desa Justru NaikJawa Barat Juara Pengangguran Nasional Saat Aplikasi Nyari Gawe Diserbu Pelamar

Achmad juga mengusulkan agar pemerintah memperluas program magang industri dan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja. Pelatihan yang diberikan, kata dia, harus disusun berdasarkan kebutuhan riil perusahaan, bukan sekadar memenuhi target jumlah peserta.

Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan tantangan pengangguran di Kota Bandung banyak dipengaruhi oleh kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Karena itu, penguatan program pelatihan berbasis kompetensi dan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu rekomendasi utama dalam menekan angka pengangguran.

Lebih jauh, Achmad menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dapat menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Peningkatan aktivitas penerbangan berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan, logistik, hingga ekonomi kreatif yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bandung.

“Bandara, investasi, pariwisata, dan industri harus dijadikan satu paket kebijakan ekonomi. Kalau hanya mengandalkan job fair, pengangguran mungkin turun, tetapi tidak akan signifikan. Yang dibutuhkan adalah penciptaan lapangan kerja baru secara masif dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan angka pengangguran yang masih lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat, Achmad menilai Pemkot Bandung perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ketenagakerjaan yang selama ini dijalankan.

Baca Juga:Pengangguran Jawa Barat di 2025 Turun tapi Pekerja Tambang TerkurasDi Balik Kota Kreatif, Pengangguran dan Kemiskinan Jadi Tantangan RKPD 2027 Bandung

Fokus kebijakan, menurutnya, harus bergeser dari sekadar menyalurkan tenaga kerja menjadi memperbesar kapasitas ekonomi kota untuk menciptakan pekerjaan baru. (Dam)

0 Komentar