“Ya intinya sih kita harus terus menginovasi ya, kita harus bisa lebih kreatifm Intinya pesan dari aku sih, ya semangat belajar kita harus mencintai seni dan budaya kita, agar kalau bukan sama kita mau sama siapa lagi,” pesan Syntya.
Di tengah arus modernisasi, ia melihat adanya perubahan sikap generasi muda terhadap seni tradisi. Ketertarikan itu, menurutnya, kini mulai tumbuh kembali, meski perlahan.
“Sekarang anak muda sudah lebih sadar dan banyak yang menyukai seni tradisi kita. Aku bangga melihat itu,” ujarnya dengan nada optimistis.
Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis
Pertunjukan Sendratari Sangkuriang di TMII pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang pertemuan antara tradisi, inovasi, dan publik yang terus berubah. Di sana, legenda lama tidak berhenti sebagai cerita, melainkan menemukan bentuk baru untuk terus hidup di tengah zaman yang bergerak cepat. (Mong)
