JABAR EKSPRES – Pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) tebu di Kabupaten Majalengka mulai menunjukkan potensi ekonomi besar bagi daerah. Program pembangunan KBD seluas 100 hektar yang berada di Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh itu mendapat dukungan pembiayaan dari Bank BJB kepada Koperasi Tani Merdeka Jawa Barat.
Program tersebut diproyeksikan tidak hanya memperkuat penyediaan benih tebu unggul, tetapi juga mendorong lahirnya kawasan industri tebu yang lebih luas. Dari pengembangan awal 100 hektar KBD, kawasan itu ditargetkan berkembang menjadi 600 hektar kebun tebu giling dengan estimasi nilai panen mencapai Rp42 miliar.
Ketua Koperasi Tani Merdeka Jawa Barat, Maulana Ichsan Asy’ari mengatakan pembangunan KBD menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem industri tebu yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Baca Juga:Tumbuhkan Budaya Menabung Sejak Dini, BRI Gelar Edukasi Literasi Keuangan "Aku Hebat, Suka Menabung"Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
“Investasi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Pembangunan KBD ini bukan hanya soal menanam benih, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan. Dari 100 hektar KBD ini akan berkembang menjadi 600 hektar kebun tebu giling, dan nilai ekonominya bisa mencapai Rp42 miliar saat panen,” ujar Maulana dalam kegiatan tutup tanam pembangunan kebun benih datar di Majalengka, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan tebu tersebut dirancang agar manfaat ekonominya terus bergerak dalam rantai produksi. Mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan hasil panen, distribusi, hingga penyerapan oleh industri gula nasional.
Program KBD sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sistem benih berjenjang guna mendukung percepatan bongkar ratoon dan peningkatan produksi gula nasional. Pemerintah mendorong pembangunan benih unggul sebagai fondasi transformasi industri gula nasional di tengah tingginya kebutuhan gula domestik.
Direktur Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti menjelaskan, satu hektar kebun benih datar memiliki kemampuan menopang kebutuhan benih untuk pengembangan lahan yang jauh lebih luas.
“Dalam skema tersebut, satu hektar kebun benih datar diproyeksikan mampu menopang kebutuhan benih minimal untuk enam hektar perluasan areal tanam. Karena itu, pembangunan KBD seluas 100 hektar di Majalengka dipandang memiliki posisi strategis bagi pengembangan kawasan tebu di Jawa Barat,” ujar Ebi.
