JABAR EKSPRES – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, dalam kondisi aman di tengah meningkatnya kebutuhan musim tanam.
Kepastian itu disampaikan General Manager (GM) Regional 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Ihwan F saat meninjau Gudang Pupuk Nagreg, Kabupaten Bandung pada Selasa (19/5/2026).
Menurut Ihwan, Gudang Nagreg menjadi salah satu fasilitas distribusi strategis untuk melayani kebutuhan pupuk petani di wilayah Bandung dan sekitarnya. Gudang tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 5.000 ton.
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah
“Sekarang kita lihat di gudang ini sudah penuh dengan pupuk, artinya kita akan menjamin dan menggaransi pupuk ini bisa digunakan petani sampai 1, 2 bahkan 3 minggu ke depan,” ujar Ihwan kepada awak media.
Ia menegaskan distribusi pupuk di Jawa Barat berjalan lancar dan petani tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Aktivitas distribusi dari gudang ke berbagai daerah pun terus berlangsung.
“Kami memastikan di Jawa Barat khususnya di Bandung kondisi aman, petani tidak akan lagi susah dalam mendapatkan pupuk. Petani akan dipermudah dalam mendapatkan pupuk,” katanya.
Pupuk Indonesia mendapat penugasan menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 1,07 juta ton di Jawa Barat sepanjang 2026. Hingga saat ini realisasi penyaluran disebut telah mencapai lebih dari 40 persen.
“Artinya ini di track yang betul, track yang benar. Pupuk mengalir sampai ke petani, tidak ada masalah. Kami optimis kebutuhan petani di Jawa Barat sampai akhir tahun bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Terkait kenaikan nilai tukar dolar AS, Ihwan menyebut sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap harga pupuk di tingkat wilayah.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari
Ia mengatakan pemerintah telah memberikan diskon harga pupuk sebesar 20 persen sejak awal tahun serta memangkas regulasi distribusi dari sebelumnya 145 aturan menjadi hanya beberapa aturan inti agar penyaluran lebih mudah.
“Pemerintah dengan kondisi seperti ini benar-benar memperhatikan petani, memperhatikan kebutuhan petani. Apalagi di puncak musim tanam bulan-bulan ini kita berharap tidak terdampak karena petani ini adalah nyawa bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.
