Ihwan juga mengungkapkan serapan pupuk pada Mei 2026 justru meningkat dibanding prediksi sebelumnya yang diperkirakan melandai.
Kondisi itu dipengaruhi bertambahnya luas tanam dan meningkatnya minat petani untuk kembali bertani.
Selain itu, Pupuk Indonesia bersama Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian juga melakukan pembaruan data penerima pupuk subsidi melalui RDKK agar petani baru dapat memperoleh akses pupuk subsidi.
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah
“Yang tadinya tidak mau bertani, sekarang bertani. Ini kemajuan saya pikir dari pemerintah memotivasi petani untuk dapat bertani,” katanya.
