JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengundang PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk membahas penanganan terkait sejumlah persoalan kerusakan pada underpass jalur kereta api di kawasan Batutulis, sekitar proyek pembangunan trase baru Batutulis, Bogor Selatan yang kini mulai memasuki tahap konstruksi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena kondisi underpass saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan akibat adanya rembesan air.
Selain itu, turap atau struktur penahan tanah di sekitar lokasi juga mulai mengalami kemiringan sehingga perlu segera ditangani.
Baca Juga:Di Hari Bumi, Taj Yasin Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan Pertamina Goes to Campus 2026 Jadi Wadah Mahasiswa Cetak Inovator dan Pemimpin Energi Masa Depan
“Kami akan undang resmi dari PT KAI ke Balai Kota melalui surat dari Wali Kota, membahas titik underpass yang sama-sama kita lihat terjadi rembesan,” ujar Jenal di Batutulis Kota Bogor, Jumat (15/5/2026).
Jenal menyebut, penanganan harus dilakukan secara bersamaan antara pembangunan trase baru dan perbaikan struktur underpass yang dinilai saat ini masih mengkhawatirkan.
Ia mengaku tidak ingin ada permasalahan baru muncul setelah proyek trase selesai dibangun apabila kondisi underpass tidak segera diperbaiki.
“Minimal simultan, kami berjalan pembangunan trase, mereka perbaikan tembok-tembok yang hari ini cukup mengkhawatirkan. Rembesan airnya tidak ada saluran drainase, penguatannya perlu dipertegas dan diyakinkan aman dilalui kendaraan,” katanya.
Adapun kawasan underpass tersebut, kata Jenal, menjadi tanggung jawab pihak PT KAI karena berada di bawah jalur rel kereta api dan juga masih terhubung dengan kawasan jalur lama khusus sepeda motor di Batutulis yang kini ditutup akibat retakan usai terdampak longsor beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pihak PT KAI sebelumnya juga sudah terlibat dalam proses penanganan kawasan tersebut pasca-longsor bersama Dinas PUPR Kota Bogor.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada penanganan khusus pada bagian bawah underpass yang justru kini dinilai cukup mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan pengendara.
Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
“Ya tanggung jawab mereka. Ini kan masih satu kawasan dan dulu itu masih dalam proses pemeliharaan waktu terjadinya longsor. Maka yang membangun jalan motor ini juga ya kemarin mereka juga dan memang kolaborasi dengan PUPR. Cuman yang treatment di bawahnya ini belum diapa-apain. Itu yang akan kami tagih,” katanya.
