Thichet Srisuriyon, Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, menambahkan, “SCG Distribution & Retail sangat senang dapat kembali berpartisipasi tahun ini. Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.”
SCG mengajak generasi muda segera mendaftarkan diri. Sebagai bagian dari proses seleksi, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan pandangan mereka terhadap tantangan sekaligus ide perubahan yang ingin mereka wujudkan di lingkungan sekitar.
Amanda Dwi Ayu Utari, Brand & Communication Manager SCG Indonesia, menyampaikan Tips Menulis Esai bagi Calon Pendaftar SCG Sharing the Dream
Baca Juga:Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, UBS di Pegadaian Serempak Turun pada Rabu, 6 Mei 2026Sinopsis Film Ava: Kisah Pembunuh Bayaran dengan Masa Lalu Kelam
Pertama, mulailah observasi masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah atau tempat tinggal yang berdampak pada kelangsungan hidup sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan masyarakat, pendidikan, atau kemiskinan. Pilih satu tantangan yang paling relevan dan terasa nyata.
Kedua, pahami kondisi di lapangan dengan melihat fakta dan upaya yang sudah dilakukan oleh lingkungan sekitar, misalnya oleh pemerintah daerah atau komunitas setempat seperti RT/RW, kepala desa, karang taruna, atau posyandu. Langkah ini membantu peserta memahami situasi yang sebenarnya sekaligus melihat peluang untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dalam mengatasi masalah tersebut.
Ketiga, rumuskan ide solusi yang realistis dan dapat dilakukan bersama masyarakat. Salah satu contohnya adalah proyek “Clean Water for All” yang diinisiasi oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025. Josephine menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengevaluasi kualitas air di 16 titik wilayah Desa Cileles, Jatinangor. Hasil pemetaan tersebut digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi kualitas air sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan. Detail hasil evaluasi dapat diakses melalui https://bit.ly/CleanWaterEvaluation.
“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” pungkas Amanda.
