JABAR EKSPRES – Pemerintah mulai mempercepat langkah transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa program ini menargetkan distribusi insentif untuk 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik pada tahap awal tahun ini.
“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartato) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Menkeu Purbaya dikutip dari ANTARA, Rabu (6/5).
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Posting Momen Naik Kuda Bersama KDM, Netizen Komentar Soal Jalan RusakPetir Sambar 2 Bocah Saat Main Bola di Rancabungur Bogor, 1 Meninggal Dunia
Untuk motor listrik, nilai subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp5 juta per unit, meskipun angka final masih menunggu pengumuman resmi.
Lebih dari sekadar kebijakan lingkungan, insentif ini diposisikan sebagai strategi ekonomi. Pemerintah melihat peluang untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani anggaran subsidi energi, terutama di tengah fluktuasi harga minyak global.
“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” ujarnya.
Ia juga sepakat dengan Menperin yang menyatakan pemerintah kini melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategis penguatan ekonomi nasional, terutama untuk menjaga daya tahan industry manufaktur dan melindungi tenaga kerja.
“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menkop Perekonomian dan lain-lain,” kata Purbaya.
“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” ujarnya.
Sebelumnya, Menperin Agus mengatakan pemberian insentif kendaraan listrik kini semakin relevan karena tidak hanya berkaitan dengan agenda pengurangan emisi, tetapi juga adanya pergeseran tren pasar otomotif ke kendaraan berbasis elektrik akibat gejolak geopolitik dan ketidakpastian energi.
