Diakui bahwa terdapat beberapa kendala yang menjadikan siswa-siswi SDN Pasirjeungjing kurang maksimal dalam mengikuti lomba kali ini, antara lain adalah kemampuan dan daya dukung yang dimiliki sekolah saat ini yang masih jauh dari standar.
“Robot yang kita gunakan khususnya pada robot soccer, masih sangat sederhana karena dirakit dengan biaya terbatas, berbeda dengan peserta lain yang sudah menggunakan robot berstandar lomba,” sebut Nana Rukmana.
Kegiatan robotik melalui tim ROBOCOP di SDN Pasirjeungjing, menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir komputasional siswa. Robotika tidak hanya berorientasi pada penciptaan programmer atau teknisi robot, tetapi lebih pada pembentukan pola pikir logis, sistematis, dan kreatif sebagai fondasi penting bagi perkembangan anak.
Baca Juga:Viral! Tukang Bangunan di Ciseeng-Bogor Dipalak Bermodus "Uang Koordinasi", Begini Kata PolisiTembus Pasar Jepang, Transaksi Produk Fesyen RI Capai Rp17 Miliar!
“Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan saat ini, khususnya dalam implementasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) sebagai bagian dari penguatan kompetensi abad 21,” tandas Nana. (Hendi)
