Itulah perjalanan Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M. Bukan sekadar kisah sukses karier militer biasa. Ini adalah kisah seorang santri yang membuktikan bahwa keimanan dan profesionalisme bisa berjalan beriringan dengan harmonis. Bahwa tentara yang baik adalah tentara yang manunggal dengan rakyat, yang melindungi bukan menyakiti, yang memimpin bukan dengan sangkur, melainkan dengan teladan dan hati yang tulus.
Di Tanah Siliwangi kini, jejak Jenderal Santri kembali hadir. Bukan untuk dikenang sebagai legenda masa lalu semata, melainkan untuk dihidupkan kembali sebagai teladan di masa kini dan mendatang. Karena di balik seragam hijau TNI, ada hati yang tetap sederhana. Di balik bintang jenderal, ada jiwa santri yang terus berdoa dan mengabdi.
Kepemimpinannya mengingatkan kita semua: kekuatan sejati bukan pada kekerasan, melainkan pada keteladanan. Profesionalisme bukan pada arogansi, melainkan pada keikhlasan. Dan pengabdian kepada bangsa serta negara adalah bentuk ibadah tertinggi. Wallahu a’lam bish-shawab. (tur)
