Diketahui, tragedi yang menimpa anak kelas 3 Sekolah Dasar itu terjadi pada akhir Maret lalu. Namun belakangan orang tua merasa janggal atas pengakuan anak yang berubah. Berhembus pula isu dugaan aksi perundungan saat anak-anak itu bermain.
Semula si anak mengaku terpeleset dan badannya terkena bahan bakar, namun ada kalanya lagi si anak juga mengaku disiram bahan bakar oleh temannya dan seketika tersambar api saat bermain meriam rakitan berbahan botol pelastik.
Kondisi itu yang mendorong orang tua si anak di dampingi KPAI Tasikmalaya melapor ke Polres Tasikmalaya pada Selasa (21/4/2026) lalu.
Baca Juga:Airlangga Klaim RI Unggul di Hilirisasi, Benarkah? Hal Ini Jadi Kunci BBM Subsidi Tepat Sasaran?
Satreskrim Polres Tasikmalaya melalui unit PPA juga langsung bergerak melakukan penyelidiakan, termasuk telah mulai melakukan olah tempat kejadian perkara, mulai mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. (Hendi)
