12 SMK se-Kota Cimahi Adu Karya dan Talenta Terbaik di FLS3N 2026

Salah Satu Peserta FLS3N saat Tampil dalam Kategori Menyanyi Solo di hadapan Juri (Mong)
Salah Satu Peserta FLS3N saat Tampil dalam Kategori Menyanyi Solo di hadapan Juri (Mong)
0 Komentar

“Jadi mudah-mudahan tahun ini, dari tingkat kota bisa lolos ke tingkat provinsi dan nanti bisa ke tingkat nasional,” ucapnya optimis.

Harapan serupa kembali ditegaskan, agar tahun ini ada wakil dari Kota Cimahi yang mampu unjuk talenta nya di level nasional.

“Bisa lolos lah tingkat nasional, pokoknya harapannya ada yang tahun ini yang bisa lolos di tingkat provinsi dan bisa ya ke tingkat nasional,” kata dia optimistis.

Baca Juga:Kasus Dugaan Korupsi Disnaker Cimahi, Pemkot Janji Perketat PengawasanSedang Bermain Air, Bocah 4 Tahun Hanyut di Selokan di Bojonggede Bogor

Sementara itu, Plt Kepala SMKN 3 Cimahi, Ade Sudrajat, menyebut sekolahnya turut mengirimkan perwakilan terbaik di beberapa cabang lomba.

“Kemudian ikut lomba poster juga. Solo nyanyi, nari, dan lomba poster,” kata Ade.

Ia menjelaskan, peserta yang diturunkan berasal dari siswa kelas 10 dan 11, mengingat siswa kelas 12 telah memasuki masa kelulusan.

Ade mengungkapkan, pengalaman sebelumnya menjadi modal penting. Beberapa siswa SMKN 3 Cimahi bahkan telah memiliki rekam jejak juara di berbagai kompetisi.

“Makanya kita agak pede nih untuk lomba poster dan fotografi. Optimis untuk menang. Dan guru-gurunya juga pendampingnya juga memang sudah terbiasa untuk mendampingi level nasional,” sambungnya dengan optimis.

Namun demikian, ia menilai bahwa kualitas karya bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. Mental bertanding justru kerap menjadi pembeda di lapangan.

“Persiapannya sudah matang, kan kalau lomba-lomba kayak gini tidak hanya mencari juara, tapi juga mengasah mental. Jadi ada pengalaman buat anak untuk menjaga mental bertanding, mental bertanding saja yang terpentingnya,” kata Ade.

Baca Juga:Pembangunan Tower di Cijeruk Disorot, Kecamatan Minta Aktivitas Dihentikan SementaraDua Pelajar Disiram Air Keras di Parung Panjang, Polisi: Pelaku Masih Diselidiki

Ia juga menyoroti fakta bahwa tidak semua SMK di Cimahi mengikuti FLS3N tahun ini. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kesiapan dan daya saing masing-masing sekolah.

“Berarti yang 12 ini yang memang sudah terbaik di sekolahnya masing-masing. Dan semua sekolah pede dengan itu. Cuman kan tinggal di penjurian, dan apakah anak sudah terbiasa untuk lomba atau enggak,” kata Ade.

Faktor mental, lanjutnya, sering kali menjadi kendala meski karya yang dihasilkan sudah dinilai baik.

“Yang pada saat itu anak sebetulnya belum siap, padahal secara karya sudah bagus,” tuturnya.

Ade memastikan persiapan peserta telah dilakukan jauh hari, bahkan sejak bulan puasa, guna memaksimalkan performa saat lomba berlangsung.

0 Komentar