Sebanyak 1.198 pelamar sedang ditinjau perusahaan, 2.016 pelamar sudah diwawancara dan 493 pelamar telah diterima kerja dalam kurun waktu singkat.
“Kalau judul itu 337 lowongan kerja ya, mulai chef, telemarketing, staf akunting, hingga dokter umum,” sambungnya menjelaskan rincian posisi.
Sangat tragis melihat data Kementerian Tenaga Kerja yang mencatat 8.389 orang menjadi korban kebijakan efisiensi perusahaan selama periode Januari hingga Maret.
Baca Juga:Proyek PJU Rp32,7 Miliar di Jalan Narogong Bogor Mati Total dan Mengancam Nyawa PengendaraMobil Mewah Hancur Pemkot Bandung Gagal Laksanakan Mitigasi Pohon Tumbang
Jawa Barat menduduki posisi puncak klasemen kelam ini dengan menyumbang 1.721 orang atau setara dengan 20,5 persen dari total nasional.
Ironisnya ketergantungan pada Aplikasi Nyari Gawe muncul saat angka pengangguran di provinsi ini terus melonjak tanpa ada tanda-tanda penurunan.
Angka ini jauh melampaui Kalimantan Selatan dengan 1.071 orang, Kalimantan Timur 915 orang, Banten 707 orang, serta Jawa Timur 649 orang.
Pemerintah tidak boleh hanya sekadar menyediakan platform digital tanpa melakukan perbaikan mendasar pada ekosistem industri yang sedang hancur lebur.
Jika tren ini terus berlanjut maka ledakan sosial akibat kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat tinggal menunggu waktu saja. (son/yan)
