Namun faktanya insiden mitigasi yang gagal terus berulang dan mengancam nyawa serta harta benda warga yang melintas di jalanan.
Kepala DPKP Kota Bandung Luthfi Firdaus menyebut periode Maret hingga April adalah fase rawan yang menuntut kewaspadaan tinggi setiap tahun.
“Memang setiap tahun di musim pancaroba seperti sekarang ini intensitas angin cenderung meningkat Ini yang harus kami waspadai bersama karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang” ujar Luthfi.
Baca Juga:Ambisi Dedi Mulyadi Satukan Halaman Gedung Sate dan Gasibu Telan Belasan MiliarProyek Kawasan Olahraga Rancabungur Jadi Solusi Pusat Ekonomi Baru Bogor
Publik menilai pernyataan tersebut hanya pembelaan diri karena tindakan pencegahan di lapangan tidak sebanding dengan tingginya risiko yang ada saat ini.
Luthfi bersikeras bahwa upaya mitigasi sudah dilakukan melalui pemangkasan rutin pada pohon-pohon yang dinilai memiliki beban berat atau berisiko tinggi.
“Karena itu kami sudah melakukan langkah mitigasi sejak dini salah satunya melalui pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang Ini bagian dari upaya pencegahan agar risiko bisa ditekan” katanya.
Padahal data menunjukkan kecepatan angin saat ini mencapai 75 kilometer per jam yang secara teknis mampu merobohkan tanaman yang akarnya sudah lemah.
DPKP berdalih bahwa kesehatan visual pohon bukan satu-satunya tolok ukur karena faktor sistem perakaran dan tekanan lingkungan jauh lebih krusial.
“Tidak hanya faktor usia atau kesehatan pohon Tetapi juga kondisi perakaran dan tekanan lingkungan Bahkan pohon yang terlihat sehat pun bisa tumbang ketika terjadi cuaca ekstrem terutama jika akarnya tidak cukup kuat menahan beban dan terpaan angin” jelasnya.
Pemkot Bandung kini menyiagakan 50 personel yang terbagi dalam lima kelompok untuk merespons cepat setiap laporan insiden di berbagai titik kota.
Baca Juga:ASN Kabupaten Bogor Mulai Hemat Energi Lewat Skema Kerja WFHStrategi Rudy Susmanto Percepat Pembangunan Kabupaten Bogor Lewat Jalur Tambang Khusus
“Pada tahun ini kami menambah jumlah tim lapangan menjadi lima kelompok dengan total sekitar 50 personel Mereka disiagakan untuk melakukan pemantauan rutin sekaligus penanganan cepat apabila ada laporan pohon tumbang” ungkap Luthfi. (dam/yan).
