“Program ini kan dicetuskan Presiden Prabowo Subianto dan saya rasa program ini positif dan terus kami lanjutkan dan kemarin kami juga sudah rapat dengan DPR RI untuk menambah kapasitas jumlah dari 100 ribu menjadi 150 ribu. Di tahun batch selanjutnya, di tahun 2026 ini di triwulan Mei ya, Mei Juni,” katanya.
Adapun program magang nasional ini melibatkan berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, layanan kesehatan, hingga BUMN di sektor pertambangan.
Saat ini, tercatat lebih dari 9.000 perusahaan di Indonesia telah berkolaborasi dalam program magang nasional tersebut.
Baca Juga:Proyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov JabarPemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke Keluarga
Perusahaan yang ingin terlibat dapat mendaftar melalui platform Magang Hub yang disediakan Kementerian Ketenagakerjaan.
Sementara itu, peserta magang diberikan kesempatan memilih posisi kerja sesuai minat dan kompetensi mereka melalui aplikasi Magang Hub.
“Mereka mendaftar melalui aplikasi yang kami punya, di Magang Hub dan mereka mendaftar kalau gak salah diberikan kesempatan 2 ini ya, jadi 1 anak itu bisa 2 pilihan jabatan atau pekerjaan ya sesuai dengan pilihan mereka,” ucapnya.
