Galang Masukan, SPMB 2026 Masih Dimatangkan

SPMB di SMAN 1 Kota Bandung. (son)
SPMB di SMAN 1 Kota Bandung/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat tengah mematangkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Di harapkan, SPMB 2026 bisa berjalan lebih baik dan optimal.

Disdik berupaya menampung masukan berbagai pihak. Itu dilakukan dengan berbagai skema. Termasuk uji publik yang telah beberapa kali dilakukan. “Ini untuk mematangkan konsep juga,” jelasnya, Sabtu (11/4).

SPBM tengah dibahas. Beberapa penyesuaian dilakukan. Pijakannya adalah pengalaman sebelumnya, regulasi yang ada hingga masukan dari para tokoh, akademisi dan praktisi di Jawa Barat.

Baca Juga:Kuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema BeasiswaProdusen AMDK Lokal TGM99 Tawarkan Kemasan Lengkap dan Peluang Maklon

Beberapa pihak juga dilibatkan untuk memberi masukan. Mulai dari Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar, Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMA, SMK, dan SLB Jabar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB Jabar.

Lalu Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) SMA, SMK, dan SLB Jabar, Dewan Pendidikan Jabar, PGRI, organisasi guru lainnya, serta perwakilan orang tua siswa kelas IX. “Dengan harapan dari masukan itu SPBM bisa leih lancar dan sesuai harapan,” cetusnya.

Di lain kesempatan, Disdik sempat menguraikan bahwa SPMB 2026 tidak akan ada lagi program PAPS sebagai mana 2025. Tapi esensi yang ditangkap, yakni memastikan agar tidak ada anak putus sekolah di Jawa Barat.

Hal itu juga disambut baik Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS). Ketua FKSS Jawa Barat, Ade D. Hendriana, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, program PAPS pada tahun sebelumnya sempat memunculkan polemik di kalangan sekolah swasta.

“Kami mengapresiasi Pemprov Jabar dan Disdik Jabar bahwa dalam SPMB 2026 tidak akan ada Program PAPS,” jelasnya, Selasa (10/3)

Program PAPS sendiri merupakan kebijakan yang mulai diterapkan pada 2025. Salah satu implementasinya adalah penambahan jumlah rombongan belajar dengan kapasitas maksimal hingga 50 siswa dalam satu kelas.

Menurut Ade, kebijakan tersebut saat itu memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan sekolah swasta di Jawa Barat, terutama terkait penurunan jumlah siswa yang mendaftar ke sekolah swasta.

Baca Juga:Ditabrak Brio hingga Terpental ke Jalur Lawan, Dua Pemotor Tewas di Kemang BogorDiduga Keracunan MBG dari Posyandu, Warga Pasir Tanjung Bogor Ramai-ramai Datangi Klinik Terdekat

Ia menjelaskan, dalam SPMB 2026 nantinya akan diterapkan empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.(son)

0 Komentar