WFH ASN Long Weekend Belum Tentu Dongkrak Wisata Kabupaten Bandung, Daya Beli Jadi Penentu

Tok! ASN Resmi WFH Setiap Jumat, KBM Dasar hingga Menengah Tatap Muka
Ilustrasi pemerintah wajibkan ASN WFH setiap Jumat. Dok. Freepik
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berpotensi menciptakan long weekend setiap Jumat dinilai belum tentu mampu mendongkrak sektor pariwisata.

Faktor utama yang menentukan tetap pada kemampuan daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, mengatakan peningkatan kunjungan wisata tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan waktu libur, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat.

“Ya, saya kira kan bicara peningkatan ini juga bicara kemampuan ekonomi masyarakat. Percuma ada WFH, ada libur di hari Jumat, kalau kemampuan daya belinya tidak mendukung, masyarakat pun juga akan menahan diri,” ujar Wawan, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bandung Jadi Sorotan, Layanan Masyarakat Tak Boleh TergangguBupati Bandung Pastikan WFH Diawasi, ASN Melanggar Bakal Kena Sanksi Tukin!

Ia menjelaskan, saat ini masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Terlebih, memasuki periode tahun ajaran baru, kebutuhan rumah tangga meningkat, terutama untuk biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat harus menentukan prioritas dalam membelanjakan uang, apakah untuk kebutuhan pokok atau untuk kegiatan wisata.

“Nah, saya kan akan berhitung. Apakah memang spend money-nya mau ke wisata atau memang dia lebih mendahulukan kebutuhan-kebutuhan pokok yang lain,” katanya.

Selain itu, tekanan dari kenaikan harga bahan pokok juga turut memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata. Dalam situasi seperti ini, sektor pariwisata berpotensi belum menjadi prioritas utama.

Wawan mengakui, hingga saat ini dampak kebijakan WFH terhadap peningkatan kunjungan wisata belum terlihat secara signifikan.

Ia menilai, sektor pariwisata baru akan kembali menjadi primadona jika kondisi ekonomi masyarakat membaik.

“Belum bisa terlihat. Lihat kondisi ekonomi sekarang. Kalau misalnya kondisi ekonominya mungkin stabil walaupun dipengaruhi oleh ekonomi global, saya kira objek wisata akan menjadi primadona pada saat ada kondisi long weekend atau libur-libur panjang yang lainnya,” ujarnya.

0 Komentar