Ancam Generasi Muda, BNNP Jabar Waspadai Vape Dicampur Etomidate dan THC

BNNP Jabar
Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, saat bersilaturahmi dengan awak media di Kantor BNNP Jabar, Senin (6/4/2026). (DOK/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar), Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, menegaskan komitmen kuat memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Jawa Barat.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya penyalahgunaan obat-obatan daftar G (obat keras) yang telah merasuki generasi muda, bahkan sejak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, BNNP Jawa Barat bertekad memberantas peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif lainnya demi melindungi kesehatan serta masa depan warga Jawa Barat,” tegasnya saat silaturahmi dengan awak media di Kantor BNNP Jabar, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:Satu Tahun Farhan–Erwin: PKB Sebut Tata Kelola Reklame dan Ducting Belum Tuntas Pengamat Ekonomi Unpas: Bazar Murah Tak Mampu Kendalikan Harga saat Lebaran

Pudjo mengungkap tren baru yang semakin mengkhawatirkan: jaringan narkoba memanfaatkan vape sebagai media penyelundupan zat terlarang. Liquid vape kerap dicampur dengan etomidate dan tetrahydrocannabinol (THC). Etomidate diketahui memiliki efek sedatif, hipnotik, serta relaksasi kuat karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat, sehingga berpotensi tinggi menyebabkan kecanduan.

“Sudah banyak kasus ditangkap di berbagai daerah, seperti Yogyakarta dan Jakarta. Ada yang mencampur THC cair ke dalam liquid vape. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi liquid vape di Jawa Barat harus diperketat,” ujarnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jabar ini menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polri, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menindaklanjuti peredaran etomidate. Pihaknya juga sedang menelusuri apakah zat tersebut diproduksi di dalam negeri atau diimpor.

“Kami bersama BPOM dan instansi terkait meningkatkan pengawasan vape di kalangan pelajar dan pemuda. Di tempat nongkrong, sulit membedakan vape biasa dengan yang mengandung narkotika,” pungkasnya. (bbs)

0 Komentar