Percepatan Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Antisipasi Lonjakan Harga Minyak?

Percepatan Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Antisipasi Lonjakan Harga Minyak?
Ilustrasi kendaran listrik. Dok. Pixabay
0 Komentar

Dia menyebutkan jika dikonversi total penghematan sekitar 3 juta kiloliter BBM per tahun, yang berasal dari kombinasi penggunaan 1 juta mobil listrik dan 5 juta motor listrik setara dengan pengurangan impor minyak dalam jumlah signifikan.

Dengan asumsi harga minyak global berada di kisaran 90 – 100 dolar AS per barel dan kurs rupiah saat ini, menurut dia pengurangan impor tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp30 – 40 triliun per tahun.

Selain itu, berkurangnya konsumsi BBM domestik juga berpotensi menekan beban subsidi dan kompensasi energi yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam belanja negara, sehingga ruang fiskal pemerintah dapat lebih difokuskan pada sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk MasyarakatStok Energi Nasional Diklaim Tak Terdampak Perang Iran Vs As-Israel, Benarkah?

Dia menegaskan, elektrifikasi transportasi juga memberikan efek ganda mulai dari penguatan industri baterai dalam negeri, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan energi bersih.

Untuk itu, lanjutnya pemerintah perlu mempercepat adopsi kendaraan listrik melalui kebijakan yang terintegrasi, mulai dari insentif fiskal, pembangunan infrastruktur pengisian daya (SPKLU), hingga penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

“Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya langkah menuju energi bersih, tetapi juga strategi konkret untuk penghematan devisa, menjaga ketahanan fiskal, dan memperkuat kedaulatan energi nasional di tengah ketidakpastian global,” katanya.

0 Komentar