Stress Setelah Mudik, Awas, Jangan-jangan Kena Post- Holiday Blues, Ini Gejalanya 

ILUSTRASI pemudik yang mengalami Post-holiday Blues setelah selesai liburan (freepik)
ILUSTRASI pemudik yang mengalami Post-holiday Blues setelah selesai liburan (freepik)
0 Komentar

4. Batasi Paparan Media Sosial

Membatasi paparan media sosial juga perlu, karena sering kali perbandingan dengan kehidupan orang lain justru memperburuk suasana hati.

5. Manfaatkan Ruang Publik

Memanfaatkan ruang publik, seperti taman atau komunitas olahraga, dapat mengurangi rasa isolasi dan menghadirkan energi positif.

“Jika gejala berlanjut lebih dari dua minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater,” katanya.

Baca Juga:Ternyata Ini Penyebab Gagal Ginjal Marak Terjadi Pada Usia MudaBayar Utang Puasa Dulu atau Puasa Sunah Syawal Dulu? 

Kini banyak layanan tersedia secara online, sehingga akses bantuan lebih mudah dan cepat.

Di Indonesia, kelompok rentan menghadapi tantangan kesehatan mental yang cukup khas setelah libur panjang, terutama setelah Lebaran:

– Remaja dan mahasiswa: lebih mudah mengalami gangguan emosional karena masa transisi yang penuh tekanan

– Perantau: kerap merasakan kesepian dan kehilangan dukungan emosional setelah kembali ke kota

– Perempuan: lebih rentan terhadap depresi dipengaruhi tekanan sosial, peran ganda, serta beban finansial

– Lansia: menghadapi risiko lebih tinggi akibat kesepian dan penyakit kronis

“Gambaran ini menunjukkan bahwa fenomena post-holiday blues bukan hanya terjadi di Indonesia setelah Lebaran, tetapi juga merupakan pola global yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, ekspektasi kebahagiaan, serta transisi mendadak kembali ke rutinitas,” katanya.

Dia mengatakan bahwa post-holiday blues bukanlah kelemahan, melainkan fenomena manusiawi yang bisa diatasi dengan dukungan sosial, kesadaran diri, dan intervensi tepat.

Baca Juga:Kang DS Cek Kinerja Bapenda-BKAD, Targetkan PAD Dongkrak PembangunanPakai Aplikasi Penghasil Uang Mova, Dapat Cash Back dan Komisi  Besar, Benarkah aman?

Dengan memahami dinamika ini, Lebaran bisa menjadi bukan hanya momen silaturahim, tetapi juga titik awal membangun ketahanan mental bersama

0 Komentar