JABAR EKSPRES – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat bakal kembali mengebut sejumlah proyek perbaikan dan pembangunan jalan di 2026 untuk memudahkan akses transportasi warga Jawa Barat.
Kepala DBMPR Jawa Barat Agung Wahyudi menguraikan, setidaknya target perbaikan dan pembangunan jalan yang akan dilakukan di 2026 ada di kurang lebih 166,752 Km.
“Itu target 2026,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Jabar Ekspres beberapa hari lalu.
Baca Juga:Bukti Daya Beli Kuat, Uang Beredar di Lebaran Capai Rp1.370 TriliunPrioritaskan Rakyat, Harga BBM Subsidi Dijaga Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Selama 2025, dinas juga telah berjibaku untuk memuluskan Jalan Provinsi di Jawa Barat hingga perbaikan jalan di tahun 2025 telah terealisasi sekitar 478,885 Km.
“Upaya itu turut meningkatkan kondisi kemantapan Jalan di Jawa Barat, ditaksir ada 91,68 persen jalan di Jawa Barat dengan kondisi mantap atau sepanjang 2165,7 km,” sambungnya.
Agung mengakui bahwa saat ini masih ada beberapa jalan yang belum dalam kondisi baik di Jawa Barat karenanya program perbaikan atau pembangunan jalan masih berlanjut di 2026.
Berdasarkan data LPSE Jawa Barat, beberapa proyek yang menyentuh infrastruktur jalan itu juga telah dilelang, misalnya proyek DED Jalan Palayangan dengan pagu Rp 1,1 miliar.
Sementara itu berdasarkan data Sirup LKPP, DBMPR juga telah mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit terkait proyek jalan, misalnya untuk pembebasan tanah akses KCIC dengan pagu Rp 200 miliar.
Lalu pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Cikadu – Simpang Pancuh Tilu dengan alokasi Rp 72 miliar, rekonstruksi Jalan Parung Panjang – Bunar Rp 62,8 miliar.
Ada juga penataan ruas jalan Pasteur atau Djunjunan Rp 57,5 miliar hingga pelebaran Jalan di Smpang 3 Pamoyanan – Suryalaya – Warudoyong dengan pagu Rp 52,7 miliar. (Son)
