JABAR EKSPRES – Hotel dan penginapan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kebanjiran tamu selama libur Lebaran 1447 Hijriah.
Lonjakan okupansi bahkan sudah terjadi sejak dua hari sebelum Lebaran, seiring dimulainya libur sekolah dan kebijakan work from anywhere (WFA).
Di kawasan Lembang, tingkat keterisian kamar sempat berada di kisaran 40 hingga 50 persen sebelum akhirnya terus meningkat seiring bertambahnya arus wisatawan.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
General Manager TWGC Lembang, Sapto Wahyudi, mengatakan tren kenaikan okupansi tersebut mulai terlihat sejak H-2 Lebaran dan terus bergerak naik hingga mencapai puncaknya pada H+1 dan H+2.
“Kenaikan mulai terasa sejak dua hari sebelum Lebaran, saat itu okupansi berada di kisaran 50 persen. Memasuki hari Lebaran dan dua hari setelahnya, tingkat hunian terus meningkat hingga seluruh kamar terisi penuh oleh wisatawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Memasuki hari pertama dan kedua setelah Lebaran, okupansi hotel melonjak tajam hingga sebagian besar kamar habis dipesan. Tingginya minat wisatawan yang datang ke kawasan Lembang menjadi faktor utama peningkatan tersebut, terutama dari kalangan wisatawan keluarga yang memanfaatkan momen libur panjang.
Sapto menambahkan, tren positif ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir pekan mendatang. Hal ini didorong oleh masih berlangsungnya libur sekolah serta kebijakan WFA yang membuat masyarakat memiliki fleksibilitas untuk berwisata.
“Kami berharap hingga akhir pekan okupansi tetap tinggi karena libur sekolah masih berlangsung dan kebijakan WFA juga masih berjalan, sehingga pergerakan wisatawan masih cukup tinggi,” katanya.
Selain tingkat hunian hotel, peningkatan juga terjadi pada kunjungan ke sejumlah fasilitas wisata di kawasan TWGC Lembang, seperti wahana outbound, kuliner, hingga kawasan hutan Mycelia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Sapto menyebutkan, jumlah kunjungan wisata mengalami kenaikan sekitar 35 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Meski demikian, angka tersebut belum mampu melampaui capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional
“Kunjungan wisata memang meningkat dibandingkan akhir pekan biasa, namun belum melampaui tahun lalu. Kemungkinan karena faktor cuaca yang masih sering hujan, sehingga aktivitas wisata luar ruang cenderung fluktuatif,” tandasnya. (Wit)
