Beberapa Hari Jelang Lebaran, Kawasan Lapak Pedagang Cimahi Tampak Sepi

Penjual jus dan es buah di kawasan Pemkot Cimahi yang masih tetap buka meski kawasan tersebut sudah sepi (mong
Penjual jus dan es buah di kawasan Pemkot Cimahi yang masih tetap buka meski kawasan tersebut sudah sepi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 2026, sejumlah pedagang di kawasan Pemkot Cimahi, tepatnya di Jl. Raden Demang Hardjakusumah, tampak sepi. Hanya beberapa lapak pedagang yang masih buka, sementara mayoritas telah pulang kampung.

Salah seorang pedagang es buah, Nani (32), warga Ciuyah, Cimahi Utara, menjelaskan bahwa seminggu sebelum Lebaran, banyak pedagang sudah mudik ke kampung halaman masing-masing.

*Kalau yang masih jualan itu rata-rata orang sini (Cimahi) asli. Kalau yang mudik, memang ada juga warga Cimahi, tapi mereka pulang ke kampung halaman,” ungkap Nani saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi, Rabu (18/3/26).

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

Nani mengaku sengaja tetap berjualan untuk menabung kebutuhan Lebaran. Menurutnya, momen Hari Raya biasanya diwarnai dengan kegiatan berkumpul keluarga, sehingga stok bahan makanan harus disiapkan.

“Ngumpul-ngumpul buat Lebaran nanti, soalnya kalau di keluarga saya suka pada ngumpul bareng, jadi harus nyiapin stok banyak buat masak,” kata Nani sambil tersenyum.

Selain menyiapkan bahan pokok seperti ketupat, daging, opor, dan beras, Nani juga ingin membeli baju Lebaran untuk ketiga anaknya.

“Anak-anak juga pengen beli baju Lebaran, jadi harus nabung dari sekarang,” tambahnya.

Dalam sehari, Nani mampu meraup omzet antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000 dari penjualan es buah, dengan harga per bungkus Rp 5.000 hingga Rp 12.000. Ia biasanya menjual sekitar 50 bungkus per hari, tergantung cuaca dan kondisi pasar.

Meski menghadapi persaingan dari toko-toko modern yang menjual es buah, Nani tetap bersyukur. Pendapatan dari dagangannya cukup untuk menyekolahkan anak-anak dan menambah kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, puasa kali ini memang agak berbeda dengan tahun kemarin, tapi selalu disyukuri apa yang kita dapat. Apalagi sekarang konsumen mulai beralih ke es buah yang dijual di toko-toko, bukan di gerobak seperti saya,” ungkapnya penuh syukur. (Mong)

0 Komentar