“Semoga Nyepi tahun ini membawa kedamaian, bukan hanya untuk yang merayakan, tapi juga untuk semua warga Cimahi. Kita butuh suasana yang tenang dan saling menghormati,” ungkapnya.
Di tengah lautan manusia yang terus berdatangan, pawai Ogoh-Ogoh di Cimahi memperlihatkan satu hal yang kerap luput dari perhatian, bahwa ruang publik bisa menjadi tempat bertemunya identitas, tanpa harus saling meniadakan.
Keramaian itu mungkin akan usai ketika malam beranjak larut. Namun kesan tentang kebersamaan, yang tercipta dari langkah kaki, sorak penonton, dan tatapan kagum, tampaknya akan tinggal lebih lama di ingatan warga Cimahi. (Mong)
