JABAR EKSPRES – Jalan Sriwijaya Raya, Setiamanah, Cimahi Tengah, Selasa (17/3/2026), berubah menjadi ruang perjumpaan yang padat oleh warga. Ribuan orang berkumpul, menyaksikan arak-arakan Ogoh-Ogoh yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi 2026.
Pawai ini bukan sekadar pertunjukan budaya. Ia menjelma menjadi ruang bersama, tempat warga dari beragam latar belakang hadir, menyimak, sekaligus memaknai simbol-simbol yang diusung dalam tradisi tersebut.
Di antara kerumunan itu, Nina (41), warga Karangmekar, mengaku datang bersama keluarganya sejak sore hari. Ia menilai pawai Ogoh-Ogoh menjadi tontonan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat makna.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
“Seru banget, ya. Jarang-jarang bisa lihat Ogoh-Ogoh sedekat ini. Anak-anak juga jadi tahu budaya lain. Menurut saya ini bagus untuk Cimahi, jadi lebih terasa kebersamaannya,” ujar Nina saat diwawancarai Jabar Ekspres.
Hal serupa disampaikan Septian (52), warga Baros, yang datang bersama dua anaknya. Ia mengaku sengaja mengajak keluarga agar mereka bisa melihat langsung tradisi yang biasanya hanya disaksikan lewat media.
“Anak-anak saya senang sekali. Mereka jadi tahu kalau Indonesia itu beragam. Saya juga kagum, ternyata warga Cimahi antusias. Ini menunjukkan toleransi di sini berjalan baik,” kata Septian.
Bagi sebagian warga, pawai ini juga menjadi pengalaman pertama. Sintia (22), warga Ciawitali, Cimahi Utara, mengaku terkesan dengan detail Ogoh-Ogoh yang ditampilkan.
“Bagus banget, detailnya keren. Saya baru pertama kali lihat langsung, ternyata meriah. Semoga ke depan bisa lebih besar lagi acaranya,” ucap Sintia.
Lebih dari sekadar keramaian, warga menangkap pesan yang lebih dalam, tentang hidup berdampingan dalam keberagaman. Sintia menyebut pawai ini sebagai pengingat bahwa Cimahi dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang etnis dan agama yang beragam, namun tetap dapat berbagi ruang secara damai.
“Menurut saya ini simbol toleransi. Kita bisa nonton bareng, menikmati budaya lain tanpa sekat. Harapannya Cimahi tetap seperti ini, rukun dan saling menghargai,” ujar Sintia.
Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan
Ada pula harapan yang disematkan khusus pada momentum Nyepi tahun ini. Sintia berharap perayaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membawa refleksi bagi kehidupan bersama.
