Tangan-Tangan yang Pernah Kuat, Kini Digenggam Kembali

Menwa
Komandan Menwa Mahawarman Jabar saat memberikan arahan di Markas Mahawarman, Jalan Surapati, Selasa (17/3/2026).
0 Komentar

Namun bagi mereka yang hadir hari itu, sejarah bukan angka atau catatan. Sejarah adalah wajah-wajah yang kini mulai keriput, suara yang mulai pelan, dan tangan yang dulu kuat—kini perlu digenggam kembali.

Di sudut ruangan, seorang ibu menggenggam erat bantuan yang diterimanya. Matanya berkaca-kaca, bukan semata karena isi bingkisan, tapi karena satu hal sederhana: ia masih diingat.

Di usia ke-62 tahun, Mahawarman mungkin tak lagi berada di garis depan seperti dulu. Tapi hari itu, mereka membuktikan—loyalitas sejati bukan soal seragam atau jabatan. Melainkan tentang tidak pergi, ketika yang lain mulai melupakan. (bbs)

0 Komentar