Kabupaten Sumedang Diguncang Gempa Bumi Tektonik, Getaran Capai 3,0 Magnitudo

Kabupaten Sumedang Diguncang Gempa Bumi Tektonik, Getaran Capai 3,0 Magnitudo 
ShakeMap BMKG yang menunjukkan titik koordinat area gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (BMKG for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi telah terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Selasa (17/3/2026).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, gempa tektonik itu terjadi sekira pukul 6.44 WIB dengan kekuatan guncangan mencapai 3,0 magnitudo.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,0 magnitudo,” katanya kepada Jabar Ekspres.

Baca Juga:Gempa Dangkal M 2,6 di Purwakarta Terasa hingga Bandung Barat, BMKG Sebut Dipicu Sesar AktifBPBD Pastikan Kondisi Aman Pasca Gempa Magnitudo 3,0 di Timur Cimahi

Dijelaskan Rahayu, terkait episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.74 Lintang Selatan (LS) dan 107.9 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 kilometer (KM) Barat Laut Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan kedalaman 5 KM.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif setempat,” jelasnya.

Rahayu atau akrab disapa Ayu memaparkan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG, serta berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan cukup dirasakan di wilayah Tanjungkerta, Buahdua, Cipadung, dan Tanjung Medar, Kabupaten Sumedang.

“Guncangan dengan Skala Intensitas II – III MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” paparnya.

Adapun sampai saat ini, disampaikan Ayu, belum ada laporan yang diterima pihaknya mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

“Hingga pukul 7.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar