Ratusan Warga Peringati Hari Al-Quds Internasional di Bandung

Massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionis saat aksi hari Al Quds Internasional di Gedung Merdeka
Massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionis saat aksi hari Al Quds Internasional di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (13/3). Dalam aksinya mereka menyerukan agar pemerintah segera mengevaluasi keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace serta stop genosida terhadap rakyat Palestina. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) menggelar peringatan Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jumat (13/3).

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan solidaritas terhadap Palestina dan Iran serta mengecam kebijakan Amerika Serikat dan Israel.

Perwakilan Youth Empathy & Solidarity (YES) Indonesia, Hilmi, mengatakan peringatan Hari Al-Quds rutin digelar setiap tahun pada Jumat terakhir Ramadan. Menurut dia, isu Al-Quds bukan sekadar persoalan regional, melainkan menyangkut nilai kemanusiaan secara global.

Baca Juga:ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

“Al-Quds bukan sekadar isu regional, melainkan kompas moral global yang menentukan batas antara kemanusiaan dan kebiadaban,” kata Hilmi di sela aksi.

Dia menjelaskan peringatan tersebut tidak hanya digelar di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di Afrika, Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Di Indonesia, kegiatan itu disebut telah berlangsung sekitar dua dekade.

“Di Indonesia, peringatan ini sejak 20 tahun sudah ada. Di Bandung sendiri, kita mulai aktif sekitar 2015,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga mengecam meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Mereka menuntut penghentian kekerasan yang terjadi di Palestina serta serangan terhadap Iran.

“Kami dengan jelas menentang kezaliman yang terjadi oleh Zionis Israel dan Amerika. Kita melihat bagaimana kezaliman paling besar yang terjadi di dunia saat ini dipertontonkan oleh mereka,” kata Hilmi.

Peserta aksi juga menyampaikan duka atas gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas akibat agresi militer Amerika Serikat. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perang terhadap umat Islam dan para pejuang kemerdekaan di berbagai negara.

Dalam pernyataannya, ANAZ juga meminta pemerintah Indonesia keluar dari forum internasional Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Forum tersebut dinilai tidak mencerminkan upaya perdamaian yang sebenarnya.

Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan

“Pak Prabowo kami minta segera keluar dari BoP,” kata Hilmi merujuk pada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain itu, massa aksi menyatakan solidaritas terhadap rakyat Lebanon dan Yaman yang dinilai turut terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Mereka juga mengajak masyarakat memperkuat tekanan ekonomi melalui gerakan boikot terhadap produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.

0 Komentar