Luhut Soroti Konflik Global, Negara Maju Disebut Dalang Banyak Perang

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai Mengisi Kuliah Umum di Unjani Cimahi
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai Mengisi Kuliah Umum di Unjani Cimahi/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

“Indonesia ini sebagai katakanlah penyatu Asia-Afrika waktu itu dianggap kita salah, bahwa kita mendorong kemerdekaan negara-negara berkembang. Sekarang mereka ingin lagi melakukan kolonisasi atau penjajahan lagi dalam bentuk yang beda,” paparnya.

Luhut juga menyinggung kasus penahanan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat, Delta Force.

“Apa mau begini? Apa mau bisa begitu terus kita? Kan tidak. Ada PBB, tiba-tiba dibikin sekarang Board of Peace. Siapa yang buat? Amerika,” tegasnya.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

Di tengah ketegangan global itu, Luhut menegaskan bahwa sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif tetap menjadi pendekatan paling tepat.

“Jadi, sebagai negara dengan UUD kita yang menjelaskan bebas aktif, itu saya kira sudah pola yang paling benar. Kita baik pada semua, kita bisa berkomunikasi dengan semua,” tutupnya. (Mong)

0 Komentar